MAHABBAH

MAHABBAH

With SERVE And SMILE

Foto saya
ESIA :(021)9187 9973 XL : 0878 800 525 61 FAX :(021)829 81 78

Minggu, 27 Desember 2009

PURA TAMAN AYUN BALI

IDENTIFIKASI dan DAYA TARIK .

TAMAN AYUN adalah sebuah pura yang didirikan diatas suatu dataran yang luas dan agak meninggi , dikelilingi oleh kolam yang cukup panjang dan lebar .
Pura menghadap ke selatan , didepannya terdapat jalan raya yang menghubungkan kecamatan Abiansemal dengan Kecamatan Mengwi . Secara keseluruhan TAMAN AYUN memancarkan daya tarik yang kuat , baik panorama alam maupun bangunan-bangunan still Balinya . Jika dilihat dari arah barat - daya , kelihatan pura ini seperti mengapung di atas air .
Disebelah utara pura membentang sawah dan ladang yang luas , sedangkan dipinggiran barat kolam sebelah barat pura bangunan MANDALA WISATA untuk kepentingan PARIWISATA.

LOKASI .

TAMAN AYUN terletak di desa Mengwi , kecamatan Mengwi , kabupaten Badung .
dari kota Denpasar jaraknya -/+ 18 Km menuju arah barat laut dengan mengikuti jalan raya jurusan Denpasar-Singaraja melalui Bedugul .Dengan perjalanan kurang lebih selama 25 menit .

FASILITAS .

Tergolong cukup lengkap serta untuk waktu kunjungan setiap hari dengan waktu Pagi hari , Siang hari dan Sore hari .

DESKRIPSI .

TAMAN AYUN berarti : Taman yang Indah / Taman yang menyenangkan .
Sejarah berdirinya pura ini disebutkan dalam Babad Mengwi dalam bentuk Candra Sangkala :
" Sad Bhuta Yaksa Dewa " bernilai 1556 Cakka ( 1634 M ) .
didirikan oleh : I Gusti Agung Putu , leluhur Raja - raja Mengwi .

Di pura ini di dirikan tempat pemujaan untuk menghormati leluhur raja Mengwi , disamping sejumlah bangunan suci " penyawangan Sad Kahyangan " dan pura lainnya yang menjadi pemujaan kerajaan Mengwi . Pura Taman Ayun rupanya dibangun secara besar-besaran sehingga merupakan Monumen kebesaran kerajaan Mengwi dimasa lalu . Komplek Pura Taman Ayun terbagi menjadi 4 (empat) halaman , makin kedalam keadaannya makin tinggi .

Halaman luar terletak di seberang kolam yang dihubungkan oleh jembatan dengan halaman tengah . Pada halaman luar terdapat PALINGGIH BEBATURAN yang berfungsi sebagai penjaga Pura terdepan .
Halaman Tengah terdapat bangunan Bale Wantilan yang berfungsi sebagai tempat pertunjukan kesenian pada saat PIODALAN ( hari selasa kliwon , Medangsia ). selain itu Bale Wantilan ini juga berfungsi sebagai tempat " TABUH RAH " ( blow Chicken Fight / Sabung Ayam ) sebagai rangkaian upacara .
Disudut barat daya terdapat Bale Bundar untik beristirahat melihat-lihat keindahan kolam yang mengelilingi komplek pura . Dihalaman ini juga terdapat Bale Pengubengan yang di hiasi oleh Arca Dewatanawangsa sebagai simbolik dari 9 (sembilan) Dewa penjaga penjuru mata angin .
Sedangkan di bagian halaman dalam terdapat tidak kurang dari 31 buah bangunan keagamaan lainnya .

PURA TAMAN AYUN merupakan pura pusat kerajaan Mengwi .
Selain pura pusat kerajaan , kerajaan Mengwi juga memiliki pura laut : Pura Ulu Watu dan Pura Sakenan , dan pura gunung : Pura Puncak Mangu .

(kopraljvc043-hk/28dec/10.11) mahabbah travel .

Kuda Ucchaiswara

Ceritera di mulai dengan pertaruhan antara Sang Kandru dengan Sang Winata tentang
" APAKAH WARNA KUDA UCCHAISWARA ??? ".
Sang Kandru menyatakan : Sang Kuda berwarna " HITAM ".
Sang Winata menyatakan : Sang Kuda berwarna " PUTIH " .
Dalam Taruhan itu , Siapa yang kalah akan menjadi Budak dari yang menang .

Sang Kandru mempunyai anak naga-naga dan karena licik nya maka naga-naga itu menyemburkan api ke Bulu kuda Ucchaiswara yang pada mulanya berwarna PUTIH lalu berubah menjadi HITAM . Dengan demikian maka menanglah Sang kandru dalam pertaruhan itu . Akhirnya Sang Winata menjadi budak Sang Kandru , dan disuruh mengembala Naga-naga itu . Tugas perbudakan itu baru berakhir setelah Sang Garuda mendapatkan Amertha dari Dewa Wisnu untuk menebus dirinya dari perbudakan .

LEGENDA SANGEH

KETANGEHAN.

Konon katanya jaman dahulu pada suatu malam ada Hutan atau pohon - pohon bergerak dari gunung Agung menuju ke wilayah Mengwi . Keadaan itu konon dilihat oleh seorang pengembala sapi pada waktu pagi-pagi buta . Oleh karena ada orang yang melihat atau " KETANGEHAN " maka hutan itu pun berhenti bergerak dam mandeg ditempatnya sekarang di utara Desa Sangeh .
Ceritera rakyat itu ada hubungannya dengan terjadinya nama desa KAYUAMBA di Daerah Tingkat II Bangli.

Pura BUKIT SARI .

Riwayat berdirinya PURA BUKIT SARI ada disebutkan menurut tradisi , dimana I GUSTI AGUNG MADE AGUNG Raja Mengwi yang bergelar TJOKORDA SAKTI BLAMBANGAN , melakukan disiplin bathin yang dinamakan " TAPA RARE ".
Pada suatu hari Beliau mendirikan Pura ditengah hutan pohon itu diberi nama :
" PURA BUKIT SARI " , peristiwa itu terjadi dalam abad ke 17 ketika memuncaknya kebesaran kerajaan Mengwi . Masyarakat setempat sering menyebut pura itu dengan nama " Pura Pundak Sari ". Baik nama "Bukit Sari" maupun bernama "Pundak Sari" , pada hakekatnya mengandung pengertian yang sama yaitu :
Pura itu adalah merupakan Penyawangan dari Bathara di gunung-gunung yang berfungsi sebagai pengayom kemakmuran seperti " bhatara di Bratan , Puncak Bon , Tinggan , Batur dan Gunung Agung .

ALAS PALA SANGEH

OBYEK WISATA SANGEH sesungguhnya merupakan Cagar Alam yang dilindungi , karena merupakan kawasan hutan homogen dan disekitar kawasan hutan terdapat Satwa Kera yang Jinak . Dari Identifikasi umur tanaman yang mencapai Diameter -/+ 2 meter , dan ketinggian mencapai -/+ 70 meter , diduga hutan itu sudah ada ratusan tahun yang lalu .

Hutan Homogen dari pohon PALA , memang mempunyai spesifikasi tersendiri , baik dari struktur tajuk , kerapatan daun , bentuk Verikalis batang dan kanopi yang terbentuk sedemikian rupa , sehingga susunan ruang koridor dibawahnya merupakan wujud ruang yang artistik alami .

Kawasan ini dilengkapi dengan hadirnya satwa kera , yang menambah dimensi lain dari nilai kawasan . Dengan kelengkapan satwa kera dialam bebas , memiliki citra tersendiri bagi para pengunjung , karena dengan bebas dapat berkomunikasi , berdialog sekaligus bermain-main dengan kera tersebut sehingga kawasan wisata ini merupakan perpaduan antara BOTANICAL GARDEN dengan ZOOLOGICAL GARDEN .
Dengan kesan alami kehidupan satwa yang alami pula , maka kawasan ini merupakan kawasan wisata ALam .

LOKASI .

Obyek Wisata Sangeh terletak di desa Sangeh , Kecamatan Abiansemal daerah tingkat II Badung . Dari kota Denpasar berjarak 21Km pada jurusan Denpasar - Plaga yang dapat ditempuh -/+ 25 menit .

FASILITAS .

Tempat parkir yang cukup luas , kios Souvenir , Kios makanan dankios minuman , termasuk Transportasi Umum Denpasar - Blahkiuh .

DESKRIPSI .

Mengenai asal mula Hutan Pala yang berada diujung Desa Sangeh , belum ada suatu keterangan yang pasti . Hanya ada ceritera-ceritera rakyat secara Mytologis yang mengatakan : Konon selanjutnya

Didalam Hutan tersebut terdapat 4 ( empat ) buah Pura yang terpisah - pisah , yaitu :
  • Pura PULE : berada di depan pintu masuk ke Hutan .
  • Pura TIRTHA : berada di pinggir Hutan sebelah Timur , dekat jalan jurusan Denpasar - Plaga .
  • Pura MELANTING : berada di Tengah Hutan pohon Pala .
  • Pura BUKIT SARI : terletak di bagian hutan sebelah Barat .

Struktur Obyek secara horisontal terbentuk secara prosesi alamiah dan secara Vertikal dengan adanya pohon-pohon besar terbentuk koridor alami dengan keadaan udara yang nyaman dan suasana senantiasa teduh . Oleh karena itu fungsi obyek sangat cocok sebagai daerah perlindungan dan sebagai tempat melakukan hubungan dengan Tuhan (meditasi) . Dari keadaan atmosfir kawasan yang sedemikian itu tejadi suatu kehidupan yang alami , seperti ; kehidupan kera-kera yang hidup berkelompok-kelompok dan masing-masing kelompok dipimpin oleh kera besar . Kelompok Pertama mendiami hutan di bagian tengah dan kelompok kedua mendiami hutan di bagian barat . Masing-masing kelompok mendiami dan mempertahankan wilayahnya , sehingga jika kelompok yang satu melanggar atau melewati wilayah kelompok lainnya , maka terjadi perkelahian hebat diantara kera-kera itu.

Hal lain yang merupakan hal sangat aneh adalah ; bahwa belum pernah ada orang yang melihat bangkai kera yang mati karena tua atau karena perkelahian di hutan itu .
Orang pun belum pernah melihat kuburan kera atau tulang-tulang kera yang mati disana . Satu hal pernah terjadi : " Dimana ada Seekor kera di lindas mobil , maka segera gerombolan kera kawannya datang mengambil bangkai temannya dan dilarikan ke dalam hutan , entah dibagaimanakan belum di ketahui orang " , menurut kepercayaan masyarakat , bahwa bila ada mobil melindas kera itu maka mobilnya akan di hadang oleh suatu bahaya kecelakaan . Maka dari itu sopir-sopir yang lewat disanaselalu berhati-hati jangan sampai melindas kera-kera yang berkeliaran di jalan .

Nilai Estetika yang ditampilkan oleh obyek ini merupakan perpaduan antara koridor ruang terbuka hijau dengan struktur bangunan pura yang berada ditengahnya .
Dari struktur ruang terbangun , di dalam Pura Bukit sari terdapat Patung Garuda Besar dimuka Gapura yang dibuat pada tahun 1935 . Patung Garuda itu membawa Guci Amertha . dan dikakinya terdapat naga-naga yang melukiskan Sang Kandru dan Sang Winata yang bertaruh tentang Warna kuda Ucchaiswara , diambil dari Fragmen Ceritera Adhiparwa .

(kopraljvc043-hk/28dec/0932) mahabbah travel

Deskripsi Pura Ulu Watu

Pura Luwur Ulu Watu diperkirakan didirikan sekitar abad ke 11 , sejaman dengan EMPU KUTURAN mendirikan Palinggih PURA BESAKIH . Dang Hyang Nirartha dikisahkan mencapai alam moksa di Pura Ulu Watu setelah mengadakan perjalanan Suci ( TIRTA YATRA ) keliling Bali , lombok , Sumbawa .

Pura Ulu Watu , sebagai layaknya Pura yang ada di Bali ,Strukturnya di dasarkan pada konsepsi TRI MANDALA , yaitu :

  • Halaman Pura terbagi atas 3 ( tiga ) halaman terdiri dari :
  1. HALAMAN LUAR ,
  2. HALAMAN TENGAH ,
  3. HALAMAN DALAM ,

Untuk mencapai Halaman Luar dari jalan aspal yang terletak didepan Pura melewati tangga yang cukup banyak , dengan pohon kamboja yang tumbuh disebelah kiri dan kanannya . Dibagiansisi selatan halaman luar terletak Pura DALEM JURIT ( 917 M ) . Disana terdapat bangunan Palinggih dan Arca Pendeta serta 2 ( dua ) buah lesung batu ditempatkan disebelah kiri dan kanan palinggih yang ada di sana .

Dari Halaman Luar menuju Halaman Tengah dibatasi oleh Gapura bersayap berupa Candi Bentar yang Unik .

Selanjutnya dari Halaman Tengah menuju Halaman Dalam melewati Candi Kurung tanpa daun pintu , di Halaman yang paling dalam ( JEROAN ) terdapat Palinggih berupa MERU tumpang 3 ( tiga ) serta Palinggih lainnya .

PURA LUWUR ULU WATU adalah sebagai salah satu KAHYANGAN JAGAT BALI . tergolong SAD KAHYANGAN . berfungsi : tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa dalam PrabhawaNYA sebagai Rudra . dan juga di fungsikan dalam kaitan PITRA YADNYA khususnya oleh Umat Hindu di daerah Badung dan sekitarnya .

PURA LUWUR ULU WATU memiliki areal Hutan yang dilestarikan . hutan itu terletak di depan pura dengan areal yang cukup luas , ditumbuhi pepohonan kecil dan semak-semak . Salah satu kekhususan Pura Ulu Watu bila dibandingkan dengan Pura lainnya : PURA LUWUR ULU WATU adalah satu-satunya Pura Kahyangan JAGAT yang Posisinya menghadap ke TIMUR .

(kopraljvc043/hk/27Dec/21.13) mahabbah travel .

LOKASI Pura ULU WATU

LOKASI .
ULUWATU terletak di daerah perbukitan batu karang di sebelah selatan Pulau Bali . Termasuk wilayah desa Pecatu , Kecamatan Kuta , Kabupaten Badung.
Untuk mencapai Pura Ulu Watu dari kota Denpasar berjarak +/- 30Km ke arah selatan melalui kawasan Wisata Kuta , Bandara Ngurah Rai Tuban dan Desa Jimbaran . Jalan mulai menanjak dari ujung desa Jimbaran . Lingkungan disekitar Ulu Watu sangat kering sehingga air sangat sulit mendapatkannya . -/+ 0,5 Km sebelum mencapai tempat parkir Ulu Watu terdapat persimpangan jalan menuju Pantai SULUBAN , tempat selancar yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Jalan sepanjang +/- 2 Km dari persimpangan jalan raya Ulu Watu menuju Pantai Suluban hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 ( dua ) .

FASILITAS .

Didekat Pura Ulu Watu tersedia tempat parkir yang cukup luas . Kios-kios Souvenir serta warung-warung minuman dan makanan kecil juga tersedia disekitar tempat itu .Untuk Hotel dan penginapan berada sekitar -/+ 20 Km sebelah Utara.

WAKTU KUNJUNGAN .

Pura Ulu Watu mendapat Kunjungan yang ramai dari para wisatawan Nusantara maupun wisatawan Mancanegara .

Waktu yang baik untuk berkunjung adalah pada waktu sore hari menjelang matahari terbenam . ( SUNSET di Ulu Watu ) .
Puncak keramaian di Pura Ulu Watu terutama pada hari PIODALAN nya yang jatuh setiap hari Selasa Kliwon Medang sia , 210 hari sekali .
Dari tempat parkir menuju Pura Ulu Watu berjarak -/+ 200 meter ditempuh dengan jalan kaki melewati Candi Bentar disebelah selatan tempat parkir menuju ke arah Barat .

(kopraljvc043/hk/26dec/20.46) mahabbah travel .

PURA ULU WATU

IDENTIFIKASI dan DAYA TARIK.

ULUWATU adalah suatu ujung batu karang yang menjorok ke laut dengan ketinggian tebing + 70 m di atas permukaan laut . Diatas tonjolan batu karang ini terletak PURA ULU WATU . Keunikan yang menonjol adalah berupa bangunan kuno yang berbentuk Gapura Bersayap . Dari corak dan pila hiasannya , gapura ini memiliki persamaan dengan Gapura di PURA DALEM SAKENAN . Gapura bersayap yang berbentuk Candi Bentar Kurung tanpa daun pintu . Hiasannya berupa kepala Kala dengan berbagai ragamnya . Diatas kepala kala yang besar dekat puncak gapura kedua terdapat hiasan menyerupai tempat Amertha . Didepan gapura pada bagian kiri dan kanannya terdapat patung berkepala gajah .

Perpaduan keindahan Samudera Indonesia yang menghampar luas di bagian Barat dan Selatan dengan tonjolan tebing batu karang yang berdiri kokoh menyangga PURA LUWUR ULU WATU memberi daya tarik tersendiri .

Pengempon Pura Luwur Ulu Watu adalah Pura JERO KUTA , dan Pura CELAGI GENDONG BADUNG .

LOKASI dan Waktu Kunjungan .

DESRIPSI .

(kopraljvc043-hk/26dec/20.20) mahabbah travel.

Selasa, 22 Desember 2009

Deskripsi Pura Sakenan

Berdasarkan lontar Usana Dewa , Pura Sakenan diperkirakan didirikan sekitar abad ke 11 , dan Pura Dalem Sakenan diperkirakan didirikan pada abad ke 16 ,memiliki hubungan dengan riwayat parjalanan Danghyang Nirartha di Bali.

Struktur Pura Sakenan :
terdiri dari halaman luar dan halaman dalam (jeroan) , tempat berdirinya bangunan palinggih yang terbanyak diantaranya berupa Meru.
-Bale Kulkul terletak di pojok barat daya .
-2 (dua) buah Candi Bentar masing-masing menghadap ke selatan ,
-kearah barat merupakan pintu masuk ke halaman dalam Pura Sakenan .
-Dibagian selatan diluar tembok terdapat sebuah Bale Wantilan.
- Pura Dalem Sakenan menghadap kearah barat dan terletak di sebelah barat Pura Sakenan.


Bangunan Pelinggih.
-Bangunan Pelinggih mempunyai ciri khas berupa menara atau persada berundag-undag dengan satu ruang berdiri di halaman dalam menghadap ke arah barat ,
-Halaman yang tidak begitu luas dengan beberapa bangunan seperti ; Bale Gong dan Bale Panggungan .
- Disebelah baratnya berbatasan langsung dengan laut.

PURA SAKENAN.
-Merupakan pura laut dari kerajaan Mengwi , yang kemudian diayomi oleh kerajaan Badung .
-Pura Sakenan dalam keparcayaan Umat Hindu di Bali dipandang memiliki hubungan dengan pertanian terutama sebagai tempat untuk mohon keselamatan tanaman padi di sawah dari serangan hama.
-Dari segi arsitekturnya Pura Dalem Sakenan menunjukkan persamaan dengan Pura Luwur Ulu Watu.


PIODALAN.
Piodalan di pura Sakenan maupun di Pura Dalem Sakenan dilaksanakan pada hari kuningan ( Sabtu Kliwon Kuningan , setiap 210 hari sekali ). Lamanya perayaan biasanya sampai 3 ( tiga ) hari di mulai hari Jum'at untuk persiapan dan berakhir pada hari Minggu yang merupakan puncak keramaiannya. Oleh karena pada hari itu dilaksanakan Upacara yang dikenal dengan nama " Mapag Sakenan " . Pada waktu Piodalan , Barong Landung dan Barong Ket dari tempat lain juga di upacarakan dalam upacara yang dilaksanakan di sana.


(kopraljvc043-hk/23dec/14.35) mahabbah travel

PULAU SERANGAN

IDENTIFIKASI dan Daya Tarik.
SERANGAN adalah sebuah pulau kecil seluas + 111,907 Ha dengan penduduk sebanyak 2.631 jiwa . Pulau Serangan memiliki beberapa buah Pura dengan bangunan yang unik diantaranya persada yang terdapat di Pura Dalem Sakenan serta Pura Dalem Cemara.

Pura Dalem Sakenan : Bentuknya bertingkat-tingkat seperti limas berundag-undag dan langsing , terbuat dari batu karang ( Bangunan serupa juga terdapat di Pura Susunan Wadon , tidak jauh dari Pura Dalem Sakenan hanya bentuknya sedikit lebih persegi panjang). Gapura di Dalem Sakenan berbentuk Candi Kurung tanpa daun pintu dengan relung serta hiasan relief Kepala Kala terbuat dari Batu Karang (menyerupai gapura di Pura Luwur Ulu Watu). Dari depan gapura di sebelah kiri dan kanannya terdapat patung patung raksasa dan patung berkepala Gajah .

Pura Dalem Cemara : Memiliki bangunan yang unik terbuat dari batu karang berbentuk Meru yang susunan atap-atapnya menyerupai Genta. didepan Pura Cemara terdapat Taman Penyu , dengan kolam yang tidak begitu luas berisi beberapa ekor Penyu yang dapat dilihat dari pinggir kolam .

Pulau Serangan berpasir putih serta memiliki keindahan , terutama dari pantai Baratnya kita dapat melihat panorama pantai selatan daratan Bali serta pelabuhan laut Benoa.

LOKASI.
PULAU SERANGAN merupakan satu kelurahan termasuk Kecamatan Denpasar Selatan , kotamadya Denpasar . Keadaan alamnya berupa dataran rendah dengan tanah berpasir , banyak ditumbuhi pohon kelapa .
-Dari kota Denpasar berjarak +/- 8Km ke arah selatan melalui desa Sesetan sampai di Banjar Suwung Batan Kendal dilanjutkan dengan menyeberang selat yang dangkal .
-atau melalui pantai Sanur dengan menggunakan Jukung ,
- dan dapat pula melalui Pantai Mertasari ( pantai selatan desa Sanur) sambil melalui Pura Blanjong untuk melihat TUGU BERTULIS dari jaman Bali Kuno.

FASILITAS.
Transportasi utama adalah Jukung : Perahu dengan mesin tempel , yang siap menghantarkan para wisatawan berkeliling pulau Serangan atau untuk menyeberang kedaratan pulau Bali . Serta Sepeda Pancal yang banyak terdapat di Pulau Serangan sebagai transportasi lokal.

HARI KUNJUNGAN.
Pagi hari : untuk menikmati matahari terbit dari pantai timurnya .
Sore hari : untuk menikmati matahari tenggelam dair pantai baratnya.
Puncak Kunjungan yang paling ramai adalah pada hari PIODALAN di Pura Sakenan yang jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan ( 210 hari sekali ).

DESKRIPSI.
Berdasarkan lontar Usana Dewa , Pura Sakenan diperkirakan didirikan sekitar abad ke 11 hingga abad ke 16 .
PIODALAN di Pura Sakenan maupun di Pura Dalem Sakenan dilaksanakan pada hari kuningan .

(kopraljvc043-hk/23jan/1341) mahabbah travel


Deskripsi Taman budaya Bali

Taman Budaya Bali atau lebih dikenal dengan " Art Centre ", berstatus sebagai Unit Pelaksana Tekhnis Dirjen Kebudayaan Jakarta . ( berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0276/0/1978 ) , dengan tugas pokok Menggali , mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah yang mengandung nilai-nilai luhur sebagai kekayaan Budaya Bangsa Indonesia , agar jangan sampai Punah.

Program kegiatan berpedoman pada petunjuk operasional rutin Dirjen Kebudayaan Pusat di Jakarta , sesuai Fungsi Pokok sebagai berikut :

  • Melaksanakan kegiatan kebudayaan / rekreasi dekat bagi masyarakat seperti : Pagelaran , pameran , ceramah kebudayaan dan Pesta seni.
  • Mengadakan Penggalian dan meningkatkan mutu seni Budaya daerah.
  • Melaksanakan pendokumentasian , pendataan Kebudayaan , menyediakan bahan - bahan , memberikanpenerangan bagi aspek kebudayaan serta mengelola perpustakaan sebagai sarana penunjang .

### TAMAN BUDAYA PROPINSI BALI ; Punya potensi untuk membina , mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah dalam rangka mempercepat dan memperkaya khasanah Kebudayaan Nasional ###

(kopraljvc043-hk/23jan/12.48) mahabbah travel

MANDHARA GIRI

Ringkasan : KISAH PEREBUTAN AMERTHA .

Amertha ( Air Kehidupan Abadi ) yang merupakan rebutan bagi para Dewa dan Daitya ( Raksasa ) yang terdapat di kolam susu itu . Alat yang digunakan untuk mengaduk adalah Mandhara Giri ( nama gunung yang terletak di tanah Cangka ) . Untuk menahan agar gunung itu tidak tenggelam ditugasi seekor raja Penyu yang bernama Akupa . Sedang Sanghyang Basuki ( raja Naga ) digunakan sebagai tali untuk mengikat yang melingkar di leher gunung , agar gunung jangan melambung ke udara.

Karena kesaktian dan kekuatan para Dewa dan para Raksasa , dan setelah lama memutar akhirnya keluarlah minyak dari lautan Susu ( Ksira Arnawa ) . Berturut -turut Keluar :

*-* Ardha Chandra , Betari Sri , Dewi laksmi , Kuda Putih ( Uccaihsrwa ) dan Kastu Bani :semua diambil oleh para Dewa .

*-* dan terakhir Keluarlah Dewi Dhan Wantara membawa AMERTHA , diterima oleh Raksasa .

Setelah Amertha keluar dikembalikan Mandhara Giri ke asalnya . Amertha dibawa oleh Raksasa , namun muncullah kekhawatiran dari para Dewa akan keselamatan Dunia . melihat hal itu Batara Wisnu menjelma menjadi Dewi yang cantik dan menggoda Raksasa yang membawa amertha . Melihat kecantikan sang Dewi , maka Sang Ranksasa tertarik hingga menyerahkan Amertha tersebut kepada sang Dewi .

Setelah menerima Amertha , berubah kembalilah Sang Batara Wisnu . Mengetahui telah ditipu maka marahlah Raksasa dan terjadi pertarungan antara Dewa dan Raksasa , hingga akhirnya Raksasa dapat di kalahkan.

(kopraljvc043-hk/22jan/1856) mahabbah travel

TAMAN BUDAYA BALI

Taman Budaya Bali disebut juga ART CENTRE , atau Pusat Pengembangan Kebudayaan , ada pula yang menyebutnya Werdi Budaya. Tujuan Pendirian Taman Budaya ini pada hakekatnya untuk membina , mengembangkan serta melestarikan nilai-nilai Budaya Bali khususnya. lebih - lebih Bali merupakan daerah tujuan utama pariwisata bagian tengah di Indonesia . Perkembangan Pariwisata Kebudayaan di Bali sudah semestinya memerlukan Informasi tentang kebudayaan daerah Bali.

Mengacu pada tujuan diatas , dibangunlah TAMAN BUDAYA BALI , dimana bangunannya di modifikasi antara arsitektur tradisional Bali yang dihiasi dengan ornamen tipe Bali yang dilandasi pula oleh nilai filosofis Budaya Bali yang bermakna kehidupan . Dengan bangunan utamanya yaitu : Gedung Pameran dengan Arsitek Alam " Ida Bagus Tugur " bekerja sama dengan " Ir. Made Sulistyawati " , Lulusan Universitas Udayana Denpasar Bali .

Gedung Pameran yang merupakan Gedung Utama , diberi nama " Mahundara Mandhara Giri Bhuwana " . nama gedung ini merupakan simbol dari ceritera pemutaran Mandhara Giri di laut susu untuk mencari Amertha . Ceritera petikan diambil dari Adiparwa yang ceriteranya sebagai berikut : ringkasan ceritera .

Seluruh bangunan yang ada di Taman Budaya diambil dari nilai filsafat ceritera tersebut , seperti contoh :

- Telaga Kecil yang melingkari Gedung Pameran bernama " Udaya Ratna Lotus " merupakan simbol Ksira Arnawa ( Lautan Susu ) tempat Amertha berada .
- Gedung Pameran Simbol dari Mandhara Giri .
- Balai Kembang simbol dari kepala Raja Penyu ( Akupa ).
- Naga yang ada di kori Agung simbol Sanghyang Basuki .
- Murdha yang ada di puncak gedung simbol Betara Siwa.

Pada hakekatnya makna ceritera tersebut , menggambarkan secara simbolik , bahwa para seniman / seniwati di Bali terus berjuang untuk menguatkan mutu seni , Agar hasil seni Budaya dapat mendatangkan Amertha bagi kesejahteraan hidupnya .

Demikianlah nilai filosofis yang melandasi bangunan yang ada di Taman Budaya.

LOKASI.
Taman Budaya Denpasar atau Art Centre , terletak di Abian Kapas Jl. Bayu Suta , Kabupaten Badung , Propinsi Bali .
Lokasi ini kurang lebih 2 km menuju arah timur kota Denpasar.

FASILITAS.
Gedung pertunjukan dan pameran serta perpustakaan yang lengkap di bidang seni dan kebudayaan.

DEKRIPSI.
###TAMAN BUDAYA PROPINSI BALI : Mempunyai Potensi untuk membina , mengembangkan dan melestarikan seni Budaya Daerah dalam rangka mempercepat dan memperkaya khasanah Kebudayaan Nasional ###


(kopraljvc043-hk/22jan/1938) mahabbah travel

Fasilitas Mandhara giri

Mandhara Giri terletak di dalam Lingkungan Taman Budaya . Mandhara Giri menjadi Pusat Pengembangan Kebudayaan . Hal tersebut sangat berkaitan dengan fasilitas yang dimiliki oleh Suatu Pusat Pengembangan Kebudayaan Bali khususnya.
Fasilitas yang dimiliki antara lain :
  • Sebuah panggung tertutup yang disebut " Ksirarnawa " yang dapat menampung penonton kurang lebih 1500 orang , dan dapat pula berfungsi sebagai tempat pertunjukan , seminar - seminar / pertemuan .
  • Sebuah panggung terbuka " Ardha Chandra " yang dapat menampung kurang lebih 7.000 orang / penonton , berfungsi sebagai kegiatan berbagai pagelaran.
  • Sebuah Wantilan yang dapat dipakai sebagai kegiatan rapat-rapat , seminar-seminar , pertemuan , dan juga pagelaran yang daya tampung penontonnya kurang lebih 500 orang , dan digunakan untuk lomba-lomba pada saat diadakan pesta kesenian Bali.
  • Sebuah panggung kecil , Panggung " Ratna Kandha " , Panggung " Taman Angsoka " , Panggung " Media " untuk pertunjukan kecil dan Pameran tumbuh-tumbuhan Dekorasi .
  • Sanggar " Timur Muda Werdi Budaya " yang memberikan kesempatan untuk umum mengikuti kursus-kursus Seni rupa , Setiap hari minggu jam : 09.00-11.00 Wita .
  • Taman Budaya Bali juga bekerjasama dengan yayasan " Walter Spies "untuk mengembangkan Seni Rupa di Bali .
  • Acara tetap yang paling merupakan Daya Tarik wisatawan adalah :
  1. Pertunjukan " TARI KECAK " yang bertempat di : Udiana Ratna Laya . Kegiatan ini kerjasama Taman Budaya Bali dengan CV Bali Budaya . waktu pertunjukan setiap hari , jam : 18.30-19.30 Wita .
  2. Pameran tetap , koleksi Taman Budaya Bali Berupa lukisan-lukisan , patung-patung dan barang-barang kerajinan . Tempat pameran di gedung Mahundhara Mandara giri Bhuwana waktu pameran , setiap hari jam : 08.00-17.30 Wita .
  3. Pameran Lukisan atau Patung oleh kelompok-kelompok seniman-seniman dengan jadwal kegiatan Taman Budaya . Tempat Gedung Krida Sembrani Uccaihsrawa , setiap hari jam : 08.00-17.30 Wita .
  • Disamping itu pula Taman Budaya memiliki fasilitas buku-buku sastra , kesenian , dan kebudayaan Bali khususnya di Perpustakaan " Widya Kusuma " . Fasilitas akomodasi seperti restaurant tidak dibuka setiap hari di Taman Budaya , kecuali pada saat dilaksanakan Pesta Kesenian Bali.

(kopraljvc043-hk/22jan/1856) mahabbah travel

Senin, 21 Desember 2009

MUSIUM BALI

Identifikasi dan Daya Tarik .
Musium Bali yang di bangun pada tahun 1910 menggunakan arsitektur tradisional dengan ornamen yang khas Bali . Struktur fisiknya mengikuti struktur fisik bangunan keraton ( Puri ) atau tempat pemujaan ( Kahyangan , Pura Merajan ) , berdasarkan konsep Trimandala :
*1. Nista Mandala Jaba Pisan (bag. luar),
*2. Madya Mandala Jaba Tengah (bag. luar sebelum memasuki bag. inti),
*3. Utama Mandala Jeroan (bag. Inti).
Dipojok depan sebelah kanan di bagian tengah terdapat sebuah bangunan yang disebut : Bale Bengong .
Dipojok depan sebelah kiri terdapat sebuah bangunan yang disebut : Bale Kulkul
Dibagian Inti ( Jeroan) terdapat bangunan yang terdiri dari 3(tiga) gedung :
*1. Gedung Tabanan di Utara .
*2. Gedung Karangasem di tengah tengah , dan
*3. Gedung Buleleng di Selatan.

Gedung TABANAN.
digunakan sebagai tempat pameran koleksi barang-barang kesenian dan Etnografi.

Gedung KARANGASEM.digunakan sebagai tempat pameran koleksi benda-benda Pra Sejarah , Arkheologi Sejarah , Etnografi dan Seni Rupa serta beberapa lukisan Modern.

Gedung BULELENG.
digunakan sebagai tempat pameran koleksi alat-alat perlengkapan rumah tangga , alat-alat kerajinan , alat-alat pertanian dan nelayan , alat-alat hiburan , patung-patung gaya sederhana , dan primitif yang terbuat dari tanah liat , batu dan lain sebagainya.

LOKASI.
Musium Bali terletak di pusat kota Denpasar , di sebelah timur lapangan Puputan Badung. Bentuk bangunannya memanjang dari Utara ke Selatan yang terbagi menjadi 2 ( dua ) bagian .
Bagian Utara - merupakan kompleks bangunan lama yang direncanakan dan di bangun pada tahun 1930 . yang terdiri dari 3 ( tiga ) gedung utama dan berfungsi sebagai Penyelenggaraan Pameran tetap.

Bagian Selatan - merupakan kompleks bangunan baru yang dibangun sejak tahun 1969 , yang terdiri dari : gedung Perpustakaan , gedung Pameran Sementara dan Perkyangan dan berfungsi sebagai Penyelenggaraan Pameran Sementara dan Administrasi serta digunakan sebagai pementasan atau pertunjukan kesenian.

FASILITAS.
Fasilitas yang tersedia berupa gedung-gedung penyimpanan peninggala sejarah Etnografi Bali sejak masa Pra Sejarah sampai masa modern . di gedung -gedung bagian Utara selain disimpan barang-barang Etnografis , disimpan naskah-naskah kuno ( Prasasti ) , keramik , patung-patung , porselin , alat-alat Upacara , wayang kulit , dan lain sebagainya.

Gedung-gedung baru di bagian selatan yang dibangun pada tahun 1969 merupakan pengembangan fasilitas guna memperlancar pelayanan bagi pengunjung . Tersedia fasilitas :
perpustakaan, laboratorium, gedung untuk pameran sementara dan beberapa koleksi barang-barang peninggalan sejaman , kantor para karyawan .

Kunjungan .
Sangat ramai dikunjungi para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara . Kunjungan mereka bertujuan mencari informasi mengenai kebudayaan Bali lewat koleksi peninggalan benda-benda masa lampau yang memiliki nilai-nilai Historis dan Etnografis.

Musium Bali merupakan Musium Penyimpan peninggalan masa lampau manusia dan Etnografi , seperti : peralatan dan perlengkapan hidup, kesenian, keagamaan, bahasa tulisan, dan lain-lainnya yang mencerminkan kehidupan dan perkembangan kebudayaan Bali.

Gagasan mendirikan Musium Bali dicetuskan pertama kali oleh : W.F.J Kroon ( 1909-1913 ) Asisten Residen Bali Selatan di Denpasar , Gagasan nya terwujud dengan berdirinya sebuah gedung yang disebut GEDUNG ARCA pada tahun 1910. para Arsiteknya ialah : I GUSTI KETUT GEDE KANDEL dari Banjar Abasan dan I GUSTI KETUT RAI dari Banjar Belong bersama seorang Arsitek Jerman yaitu : Curt Grundler . Sokongan dana dan material berasal dari raja-raja Bali yaitu : Buleleng , Tabanan , Badung , dan Karang Asem.

Gagasan W.F. Stutterheim Kepala Dinas Purbakala , melanjutkan usaha-usaha melengkapi musium dengan peninggalan Etnografi pada tahun 1930 . Untuk memperlancar pengelolaan musium maka dibentuklah sebuah yayasan yang, diketuai : H.R. Ha'ak , penulis : G,J Grader , Bendahara :G.M . Hendrikss , para anggota : R. goris / I Gusti Alit Ngurah raja Badung / I Gusti Bagus Negara dan W. Spies .
Personalia yayasan di sahkan pada tanggal 08 December 1932 dan sekaligus Musium Bali di buka untuk umum .

Gedung Tabanan, Gedung Karang Asem dan Gedung Buleleng dibuka untuk pameran tetap dengan koleksi dari benda-benda pra sejarah , sejarah , etnografi , termasuk seni rupa.

Tujuan didirikannya Musium Bali : untuk menampung , menyimpan , melestarikan benda - benda Budaya masa lampau agar dapat memberikan Suluh bagi generasi sekarang dan mendatang.

Jumlah Koleksi Musium Bali yang telah tercatat dan masuk Registrasi sebanyak 10.506 buah , termasuk naskah - naskah dan salinan Lontar , semua jenis koleksi didapatkan melalui membeli dari orang - orang di masyarakat , toko-toko kesenian , hadiah-hadiah , dan titipan . Beberapa kelompok koleksi yang sedang di Inventarisasikan diantaranya koleksi Stupa dengan materainya yang berjumlah ratusan buah , 8,5 kg Uang kepeng , keramik Asing ( Eropa , China ) dan porselin yang berasal dari Jepang , China dan Siam.

(kopraljvc043-hk/22jan/1219) mahabbah travel

OBYEK WISATA di BALI

KABUPATEN BADUNG :

KABUPATEN GIANYAR :

KABUPATEN BANGLI :

  • PURA KEHEN ( Wisata Budaya ).
  • PENGLIPURAN ( Wisata Budaya ).
  • DESA TERUNYAN ( Wisata Alam & Budaya ).
  • PENULISAN ( Wisata Budaya ).

KABUPATEN KLUNGKUNG :

  • TAMAN GILI KERTA GOSA ( Wisata Budaya ).
  • KAMASAN GELGEL ( Wisata Budaya ).
  • GOA LAWAH ( Wisata Budaya ).
  • NUSA PENIDA ( Wisata Tirta ).

KARANG ASEM :

  • BESAKIH ( Wisata Alam & Budaya ).
  • KEBUN SALAK SIBETAN ( Argo Wisata ).
  • TAMAN TIRTA GANGGA ( Wisata Budaya ).
  • PANTAI TULAMBEN ( Wisata Tirta ).
  • CANDI DASA ( Wisata Budaya ).
  • DESA TENGANAN ( Wisata Budaya ).

KABUPATEN TABANAN :

  • TANAH LOT ( Wisata Alam & Budaya ).
  • PURI GEDE KERAMBITAN ( Wisata Budaya ).
  • PURI ANYAR KERAMBITAN ( Wisata Budaya ).
  • ALAS KEDATON ( Wisata Alam & Budaya ).
  • JATI LUWIH ( Wisata Alam ).
  • BEDUGUL ( Wisata Alam & Budaya ).

KABUPATEN JEMBRANA :

  • PANTAI MADEWI ( Wisata Tirta ).
  • RAMBUT SIWI ( Wisata Alam & Budaya ).
  • PANTAI PURANCAK ( Wisata Alam & Budaya ).
  • TAMAN NASIONAL BALI BARAT ( Wisata Alam ).

KABUPATEN BULELENG :

  • AIR TERJUN GITGIT ( Wisata Alam ).
  • GEDONG KIRTYA ( Wisata Budaya ).
  • PERMANDIAN AIR SANIH ( Wisata Alam ).
  • AIR PANAS BANJAR ( Wisata Alam ).

(kopraljvc043-hk/22jan/1131) mahabbah travel

Selasa, 15 Desember 2009