Amertha ( Air Kehidupan Abadi ) yang merupakan rebutan bagi para Dewa dan Daitya ( Raksasa ) yang terdapat di kolam susu itu . Alat yang digunakan untuk mengaduk adalah Mandhara Giri ( nama gunung yang terletak di tanah Cangka ) . Untuk menahan agar gunung itu tidak tenggelam ditugasi seekor raja Penyu yang bernama Akupa . Sedang Sanghyang Basuki ( raja Naga ) digunakan sebagai tali untuk mengikat yang melingkar di leher gunung , agar gunung jangan melambung ke udara.
Karena kesaktian dan kekuatan para Dewa dan para Raksasa , dan setelah lama memutar akhirnya keluarlah minyak dari lautan Susu ( Ksira Arnawa ) . Berturut -turut Keluar :
*-* Ardha Chandra , Betari Sri , Dewi laksmi , Kuda Putih ( Uccaihsrwa ) dan Kastu Bani :semua diambil oleh para Dewa .
*-* dan terakhir Keluarlah Dewi Dhan Wantara membawa AMERTHA , diterima oleh Raksasa .
Setelah Amertha keluar dikembalikan Mandhara Giri ke asalnya . Amertha dibawa oleh Raksasa , namun muncullah kekhawatiran dari para Dewa akan keselamatan Dunia . melihat hal itu Batara Wisnu menjelma menjadi Dewi yang cantik dan menggoda Raksasa yang membawa amertha . Melihat kecantikan sang Dewi , maka Sang Ranksasa tertarik hingga menyerahkan Amertha tersebut kepada sang Dewi .
Setelah menerima Amertha , berubah kembalilah Sang Batara Wisnu . Mengetahui telah ditipu maka marahlah Raksasa dan terjadi pertarungan antara Dewa dan Raksasa , hingga akhirnya Raksasa dapat di kalahkan.
(kopraljvc043-hk/22jan/1856) mahabbah travel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar