MAHABBAH

MAHABBAH

With SERVE And SMILE

Foto saya
ESIA :(021)9187 9973 XL : 0878 800 525 61 FAX :(021)829 81 78

Minggu, 27 Desember 2009

ALAS PALA SANGEH

OBYEK WISATA SANGEH sesungguhnya merupakan Cagar Alam yang dilindungi , karena merupakan kawasan hutan homogen dan disekitar kawasan hutan terdapat Satwa Kera yang Jinak . Dari Identifikasi umur tanaman yang mencapai Diameter -/+ 2 meter , dan ketinggian mencapai -/+ 70 meter , diduga hutan itu sudah ada ratusan tahun yang lalu .

Hutan Homogen dari pohon PALA , memang mempunyai spesifikasi tersendiri , baik dari struktur tajuk , kerapatan daun , bentuk Verikalis batang dan kanopi yang terbentuk sedemikian rupa , sehingga susunan ruang koridor dibawahnya merupakan wujud ruang yang artistik alami .

Kawasan ini dilengkapi dengan hadirnya satwa kera , yang menambah dimensi lain dari nilai kawasan . Dengan kelengkapan satwa kera dialam bebas , memiliki citra tersendiri bagi para pengunjung , karena dengan bebas dapat berkomunikasi , berdialog sekaligus bermain-main dengan kera tersebut sehingga kawasan wisata ini merupakan perpaduan antara BOTANICAL GARDEN dengan ZOOLOGICAL GARDEN .
Dengan kesan alami kehidupan satwa yang alami pula , maka kawasan ini merupakan kawasan wisata ALam .

LOKASI .

Obyek Wisata Sangeh terletak di desa Sangeh , Kecamatan Abiansemal daerah tingkat II Badung . Dari kota Denpasar berjarak 21Km pada jurusan Denpasar - Plaga yang dapat ditempuh -/+ 25 menit .

FASILITAS .

Tempat parkir yang cukup luas , kios Souvenir , Kios makanan dankios minuman , termasuk Transportasi Umum Denpasar - Blahkiuh .

DESKRIPSI .

Mengenai asal mula Hutan Pala yang berada diujung Desa Sangeh , belum ada suatu keterangan yang pasti . Hanya ada ceritera-ceritera rakyat secara Mytologis yang mengatakan : Konon selanjutnya

Didalam Hutan tersebut terdapat 4 ( empat ) buah Pura yang terpisah - pisah , yaitu :
  • Pura PULE : berada di depan pintu masuk ke Hutan .
  • Pura TIRTHA : berada di pinggir Hutan sebelah Timur , dekat jalan jurusan Denpasar - Plaga .
  • Pura MELANTING : berada di Tengah Hutan pohon Pala .
  • Pura BUKIT SARI : terletak di bagian hutan sebelah Barat .

Struktur Obyek secara horisontal terbentuk secara prosesi alamiah dan secara Vertikal dengan adanya pohon-pohon besar terbentuk koridor alami dengan keadaan udara yang nyaman dan suasana senantiasa teduh . Oleh karena itu fungsi obyek sangat cocok sebagai daerah perlindungan dan sebagai tempat melakukan hubungan dengan Tuhan (meditasi) . Dari keadaan atmosfir kawasan yang sedemikian itu tejadi suatu kehidupan yang alami , seperti ; kehidupan kera-kera yang hidup berkelompok-kelompok dan masing-masing kelompok dipimpin oleh kera besar . Kelompok Pertama mendiami hutan di bagian tengah dan kelompok kedua mendiami hutan di bagian barat . Masing-masing kelompok mendiami dan mempertahankan wilayahnya , sehingga jika kelompok yang satu melanggar atau melewati wilayah kelompok lainnya , maka terjadi perkelahian hebat diantara kera-kera itu.

Hal lain yang merupakan hal sangat aneh adalah ; bahwa belum pernah ada orang yang melihat bangkai kera yang mati karena tua atau karena perkelahian di hutan itu .
Orang pun belum pernah melihat kuburan kera atau tulang-tulang kera yang mati disana . Satu hal pernah terjadi : " Dimana ada Seekor kera di lindas mobil , maka segera gerombolan kera kawannya datang mengambil bangkai temannya dan dilarikan ke dalam hutan , entah dibagaimanakan belum di ketahui orang " , menurut kepercayaan masyarakat , bahwa bila ada mobil melindas kera itu maka mobilnya akan di hadang oleh suatu bahaya kecelakaan . Maka dari itu sopir-sopir yang lewat disanaselalu berhati-hati jangan sampai melindas kera-kera yang berkeliaran di jalan .

Nilai Estetika yang ditampilkan oleh obyek ini merupakan perpaduan antara koridor ruang terbuka hijau dengan struktur bangunan pura yang berada ditengahnya .
Dari struktur ruang terbangun , di dalam Pura Bukit sari terdapat Patung Garuda Besar dimuka Gapura yang dibuat pada tahun 1935 . Patung Garuda itu membawa Guci Amertha . dan dikakinya terdapat naga-naga yang melukiskan Sang Kandru dan Sang Winata yang bertaruh tentang Warna kuda Ucchaiswara , diambil dari Fragmen Ceritera Adhiparwa .

(kopraljvc043-hk/28dec/0932) mahabbah travel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar